MENEBAR KEBAIKAN & SEDEKAH

Kita dianjurkan untuk senantiasa berbuat kebaikan dan kemaslahatan selama kita hidup di dunia. Allah Azza wa Jalla berfirman,

وَأَحۡسِن كَمَآ أَحۡسَنَ ٱللَّهُ إِلَيۡكَۖ

“Berbuat baiklah, sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.”

(QS. Al-Qashash: 77)

Asy-Syaikh Al-Allamah DR. Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan hafizhahullah, seorang Ulama senior di Kerajaan Saudi Arabia, menjelaskan ayat di atas,

أحسن إلى الناس بالصدقات كما أحسن الله إليك بالمال

“Berbuat baiklah kepada orang lain dengan cara memberi sedekah, sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dengan memberikan harta kekayaan.”

(Al-Minhatu Ar-Rabbaniyyah fi Syarhi Al-Arba’in An-Nawawiyyah, hlm. 208)


Kemuliaan seseorang itu ditentukan oleh kualitas dirinya dalam menebarkan sedekah, dan maslahat, bukan ditentukan oleh “kursi” atau kedudukannya. Sungguh naif dan tertipu mereka yang bangga dengan “kursi”nya sementara kualitas dirinya lebih rendah dari kualitas “kursi”nya…


Berpihaklah pada kemaslahatan bersama. Mereka yang biasa mengidentifikasi kemuliaan dirinya dengan kursi jabatan yang sedang didudukinya biasanya adalah orang-orang yang berjiwa inferior (rendah). Pada saatnya nanti, mereka akan bertemu dengan kegalauan luar biasa, stress atau depresi, saat kursinya hilang dan berpindah tangan pada orang lain…


Bukankah jabatan itu tak abadi? Berbeda kisah dengan orang-orang tulus yang me”wakaf”kan dirinya untuk kebahagiaan bersama, kemasalahan umum dan kedamaian bersama, mereka senantiasa ceria berbagi kebahagiaan dengan siapapun, kapanpun dan di manapun serta dalam peran dan posisi apapun. Semangatnya hanya satu, yaitu bagaimana cara menuliskan sejarah hidupnya dengan kisah indah yang mampu mengetuk banyak hati bahagia dengan kehadirannya dan mendoakan kebaikan untuk dirinya…


Orang yang bijaksana sering menasehati kita semua untuk jangan mati sebelum menanamkan kebaikan, sebelum membangun “prasasti” sebagai penanda bahwa kita pernah hidup di buminya Allah Azza wa Jalla. Prasasti yang dimaksud adalah berupa kebaikan-kebaikan dan amal jariyah yang akan terus mengalir pahalanya, tak lengkang oleh ruang dan waktu, walau sang pembangun prasasti itu telah wafat…

⁣⁣

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *